Tampilkan postingan dengan label Kebidanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebidanan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Januari 2015

HOME SWEET HOME : Kesetaraan Gender


Nilai yang diturunkan dalam keluarga, menjadi dasar cara berpikir. Dalam mendidik anak dan menjalankan sistem rumah tangga setiap keluarga memiliki ciri khas masing-masing, ada positif dan negatifnya. Salah satu nilai positif yang bisa diambil dari cara papa dan mama menjalankan rumah tangga adalah tentang emansipasi dan kesetaraan gender.

Kesetaraan gender menurut saya bukan soal kerja, mencari nafkah apalagi bertukar peran. Kesetaraan gender lebih tentang mimpi dan aktualisasi diri. Bukankah setiap orang, laki-laki dan perempuan berhak bermimpi dan memenuhi kebutuhan tertingginya yaitu aktualisasi diri? Apa wanita boleh juga menggantungkan cita-cita setinggi langit, dan mencapainya, tanpa dibatasi ‘kamu kan perempuan’. Kebetulan saja mimpi itu banyak yang profesi atau pekerjaan. Selama ini saya berpikir kesetaraan gender yang ada di rumah saya normal dan biasa saja, sampai saya menyadari, melihat kenyataan bahwa banyak laki-laki dan juga perempuan tidak berpikir dan berkomitmen seperti papa dan mama saya.

Kamis, 10 April 2014

HIPOKALEMI - Asuhan Neonatus

HIPOKALEMI
Disusun dalam rangka memenuhi tugas KD II Mata Kuliah Asuhan Neonatus


Disusun Oleh :
ROSANIING HARUM MEDIANSARI
R1113071


PROGRAM STUDI DIV BIDAN PENDIDIK
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2014


1.      Konsep Dasar Penyakit
A.    Pengertian Hipokalemi
Hipokalemia terjadi ketika konsentrasi kalium serum kurang dari 3,5 mEq / L, dan dapat mengancam jiwa jika konsentrasi serum kalium turun di bawah 2,5 mEq / L

Selasa, 17 Desember 2013

ISU ETIK - ABORSI

ABORSI
Disusun dalam rangka memenuhi tugas Uji Kompetensi Dasar 2 Mata Kuliah Etika dan Kode Etik Kebidanan




Disusun Oleh :
ROSANING HARUM MEDIANSARI
R1113071


PROGRAM STUDI DIV BIDAN PENDIDIK FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2013



ISU ETIK
ABORSI

Acara Global Youth Forum yang dihadiri enam ratus pemimpin muda dunia dan dua ribu delegasi virtual baru-baru ini dilangsungkan di Nusadua, Bali, Desember 2012.  Mereka berasal dari 126 negara serta perwakilan pemerintah, dan badan badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Salah satu rekomendasi yang dihasilkan adalah rekomendasi tentang pemenuhan hak-hak seksual dan reproduksi yang di dalamnya termasuk soal aborsi yang aman dan hak kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) untuk mendapat layanan kesehatan seksual dan reproduksi.
Delegasi Indonesia menyayangkan bahwa rekomendasi itu disepakati di Indonesia yang kultur budaya dan hukumnya tidak mendukung isu tersebut. Ia menganggap forum ini tidak menghargai tuan rumah. Perdebatan sengit sempat mewarnai salah satu sesi di Global Youth Forum yang membahas isu kesehatan seksual dan reproduksi. Sebagian delegasi Indonesia keberatan isu ini dimasukkan dalam rekomendasi karena dianggap tidak sesuai dengan salah satu poin resolusi Commission on Population and Development (CPD) tahun 2012. BKKBN memang mengharapkan delegasi Indonesia bisa mempertahankan sikap anti aborsi. Soal Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), pendekatan yang dipakai BKKBN adalah edukasi untuk pencegahan sedangkan kalau sudah terlanjur mengalami KTD maka anjurannya adalah menikah.
Isu kesehatan seksual dan reproduksi memang menjadi isu paling kontroversial dalam forum ini. Sebagian menentang karena tidak sesuai dengan hukum dan budaya, sebagian lainnya merasa hal-hal semacam ini tetap penting untuk dibicarakan dan dicarikan solusi yang paling tepat demi kepentingan kemanusiaan.

Kamis, 24 Oktober 2013

Epidemiologi Deskriptif Diare

Pertama kali terlambat, di waktu yang tidak tepat, membuahkan hasil penugasan individu. Menurut dosen saya, penugasan ini bukan hukuman. Hanya agar saya mengerti materi hari itu.
OK lah, semoga bermanfaat


Disusun Oleh :
ROSANING HARUM MEDIANSARI (R1113071)

Jumat, 23 Agustus 2013

Tugas Akhir D3 Kebidanan

ABSTRAK

Mediansari, Rosaning Harum (2013). Perbedaan Status Gizi Bayi Sebelum dan Setelah Penyapihan Pada Bayi di Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Jember, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Ni Made Armawati, SST, MM., Pembimbing II : Sutrisno, S.Kep, Ns, M.Kes
Status Gizi merupakan ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu. Penyapihan adalah proses berhentinya masa menyusui. Penyapihan pada bayi dapat mempengaruhi status gizi bayi sehubungan dengan kurangnya nutrisi dari konsumsi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status gizi sebelum dan setelah penyapihan pada bayi di Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.
Penelitian ini menggunakan desain study komparasi dengan sampling purposive sampling sehingga didapatkan sampel 49 orang. Dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner dan KMS, data diolah secara tabulasi serta diuji menggunakan uji Mc Nemar Test.
Hasil penelitian menunjukkan sebelum penyapihan status gizi bayi 89.8%status gizi baik dan 10.2% status gizi kurang. Setelah penyapihan status gizi bayi 71.4% status gizi baik dan 28.6%status gizi kurang.
Hasil uji Mc Nemar Test didapatkan χ2hitung sebesar 4,27 dan χ2tabel = 3.841 sehingga χ2hitung 2tabel.Hal ini berarti bahwaterdapat perbedaan status gizi bayi  sebelum penyapihan dengan status gizi bayi setelah penyapihan di Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.
Orang tua hendaknya tidak terburu – buru mengambil keputusan untuk menyapih anaknya pada usia bayi atau tetap memberikan ASI sampai usia yang dianjurkan yaitu 2 tahun untuk mencapai pertumbuhan yang optimal

Kata kunci     : Status Gizi, Penyapihan