Nilai yang diturunkan
dalam keluarga, menjadi dasar cara berpikir. Dalam mendidik anak dan
menjalankan sistem rumah tangga setiap keluarga memiliki ciri khas
masing-masing, ada positif dan negatifnya. Salah satu nilai positif yang bisa
diambil dari cara papa dan mama menjalankan rumah tangga adalah tentang
emansipasi dan kesetaraan gender.
Kesetaraan gender menurut
saya bukan soal kerja, mencari nafkah apalagi bertukar peran. Kesetaraan gender
lebih tentang mimpi dan aktualisasi diri. Bukankah setiap orang, laki-laki dan
perempuan berhak bermimpi dan memenuhi kebutuhan tertingginya yaitu aktualisasi
diri? Apa wanita boleh juga menggantungkan cita-cita setinggi langit, dan
mencapainya, tanpa dibatasi ‘kamu kan perempuan’. Kebetulan saja mimpi itu
banyak yang profesi atau pekerjaan. Selama ini saya berpikir kesetaraan gender
yang ada di rumah saya normal dan biasa saja, sampai saya menyadari, melihat
kenyataan bahwa banyak laki-laki dan juga perempuan tidak berpikir dan berkomitmen
seperti papa dan mama saya.


