Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2016

Batik Hanbok [Talk! Talk! Korea 2016]

Hanbok having catch my eyes since Geum Jan Di (Jewel in The Palace) and Hwang Jin Yi (Tales of Gisaeng) era. In that drama hanbok is very colorful and elegant with the ethnic ornament attached. Sometimes sexy without revealing much skin. The wide chime give a princess like feel. I wanted to have hanbok so bad.

As korean culture 10 years ago wasn't very well known in my country, korean stuff was very hard to find. As time goes by, k-pop and k-drama's fan has become larger and become potensial market. Some online shop start to sell hanbok, but the price is so high for me. Besides, wearing hanbok is not common thing. People will see me as weird. So, even if I bought a hanbok , I didn't have confident to wear it.

Kamis, 26 Maret 2015

Living Our Dream

Mau kemana setelah lulus D3?
Aku dan momon belum mau kerja, masih ingin kuliah lagi, kita bermimpi S1 kebidanan Unair sejak semester 1.
Tapi aku daftar D4 UNS supaya nggak ada jeda nganggur 1 tahun. Momon nggak mau ikut aku daftar UNS. Dia kekeuh nganggur 1 tahun demi Unair.

Alhamdulillah, 1 tahun kemudian Momon diterima S1 unair, tempat yg sempat menjadi mimpiku, dan ia perjuangkan selama setahun. Aku diterima di UNS, sama sekali tidak menyesalinya karena banyak pengalaman dan teman-teman istimewa.

Mau kemana setelah lulus D4? Waktu itu aku dan Artha masih gamang. Ingin S2, ingin juga kerja.
Sepintas terucap, Artha bilang pingin kerja di luar jawa, di lombok waktu itu (kebetulan baru pulang dari gunung Rinjani). Dengan segala teori perantauan, kemandirian dan sejenisnya ingin merantau yg jauh sekalian.
Sedangkan aku, meski sudah dengar segala teorinya dan khatam 3 seri Negeri 5 Menara, ternyata nggak seberani itu. Ingin juga merantau, di luar jember saja, tapi masih di jawa timur, supaya gampang pulang begitu ingin pulang.


Kamis, 29 Januari 2015

BIRTHDAY RUN

Tahu kan tentang arisan? Menurutku alasan suatu komunitas mengadakan arisan, selain soal uang, adalah untuk mengikat anggotanya. Ya , begitu satu orang menang, semua orang harus menang. Dan mau tidak mau semua orang, yang sudah menang dan yang belum menang,  harus kumpul lagi. Karena itu ada arisan keluarga, PKK, institusi, kelas dll

Rabu, 03 Desember 2014

Saat Tabungan Jadi Nggak Relevan

Menabung pangkal kaya.. Itulah slogan bank saat itu, atau slogan dari ibuku supaya aku rajin menabung. Dan benar saja, terdoktrin, aku termasuk rajin menabung buta.  Kok bisa menabung buta? Kenyataanya meski aku sudah baca berbagai seri bukunya Robert T Kiyosaki yang bicara banyak tentang investasi, aku baru punya rekening  bank 2 tahun lalu. Itupun rekening abal-abal yang disebut rekening 'Tabunganku' . Kegiatan menabung buta itu kulakukan di dua media Celengan Bebek dan Ibu ku.

Setiap dapat uang lebaran, dan uang yang jumlahnya besar, selalu aku titipkan ke ibu ku. Tabungan ke wali kelas SD yang diambil tiap semesterpun akhirnya aku setor juga ke ibu. Katanya sih ditabung. Ini tabungan berbuntut tabungan lagi. Awalnya sih masih terhitung. Tapi lama-lama lupa. Nggak ada buku tabungannya pula. Sampai pada akhirnya, ibuku pun bilang uangnya sudah dipakai beli meja belajar, beli sepatu, beli seragam dan aneka keperluan sekolah lainnya. Padahal kan aku nggak minta. Keperluan sekolah sih nggak usah pakai uangku sendiri toh juga pasti dibelikan. Hiks..

Beranjak remaja, aku nggak pernah 'nabung' ke ibu lagi. Dihabiskan sendiri rasanya lebih berkesan 'ini yang aku beli sendiri'. Yang aku beli jelas bukan barang keperluan sekolah. Meski begitu barang keperluan sekolahku nyatanya juga tetap terpenuhi hehehe.
Itulah yang kusebut tabungan buta, tabungan tanpa buku tabungan, dan keluarnya nggak perlu tanda tangan atau password.

Jumat, 13 Juni 2014

Turun Tangan Memilih


Debat capres pertama kemarin, memancing banyak pertanyaan dari teman-teman kepada saya. 'Kenapa pilih Jokowi?' Sambil menjelaskan dan sedikit debat dengan teman-teman, saya pun mulai paham runtutannya kenapa saya berakhir dengan memilih Jokowi. Benar saja apa kata Anies baswedan, lawan debat adalah teman berpikir. Maka, disini  saya ingin berbagi pemikiran dengan teman-teman yang benar-benar ingin tahu kenapa Jokowi.

Saya 1/4 solo (Testimoni Penikmat Bukti)

Belum 1 tahun di Solo, saya sudah cinta kota ini. Dan kecintaan kota Solo pada Jokowi, jelas terlihat.  Cukup hal-hal kecil, kalau kita rasakan langsung, menurut saya bisa berbicara banyak. Pertama kali tiba di Solo setahun lalu saya naik ojek ke kos yang letaknya di dekat Technopark. Kelihatan sekali saya orang luar yang baru pindahan ke Solo. Dengan bangganya tukang ojek itu bilang, "o.. Technopark, tempatnya Jokowi". Saya yang waktu itu belum terlalu kenal dengan Jokowi nggak paham. Lalu dia sedikit menjelaskan bahwa Technopark ini yang membangun Jokowi, saat itu Jokowi sudah meninggalkan Solo, tapi masih jelas nada bangga dalam penjelasan Pak Ojek.

Fenomena sederhana lain adalah, dijualnya kaos Jokowi berdampingan dengan kaos khas solo lainnya sebagai oleh-oleh di pasar klewer. Menurut saya ini sudah seperti kita jalan-jalan ke Kuba terus beli kaos Che Guevara. Kaos politisi yang dijual, jelas beda maknanya dengan yang dibagi gratis lho ya. Selain mantan Presiden kita pak Karno dan Pak Harto, saya belum pernah lihat jualan kaos politisi, apalagi Jokowi cuma Gubernur/Walikota. Nggk mungkin dijul kalau tidak ada yang beli. Seperti ini kalau bukan cinta dari rakyat apa namanya, dan sudah sangat jarang sekarang masyarakat mencintai pemimpinnya. Ini langka..

Minggu, 16 Februari 2014

Stupid Move

Sore ini aku berniat keluar. Sudah membuka gerbang lalu hujan mulai turun. Kuputuskan tidak jadi keluar dan kembali ke kamar. Beberapa saat kemudian terdengar suara kambing merengek. Ya suara embeek.. Tapi melengking seperti anak kecil. Aku intip dari kaca jendela kamar, ternyata 2 anak kambing terpisah dari induknya. Mereka ada di dalam gerbang kos ku. Ibunya ada diluar gerbang. 2 anak kambing kebingungan, ibu kambingpun  kebingungan, aku ikut bingung.
Hujan semakin deras, 2 anak kambing berteduh di teras, sambil terus mengembik melengking. Aku rasa mereka menangis. Ibu kambing masih mondar-mandir di depan gerbang, sambil mengembik menyahuti embikan anak kambing. Aku rasa dia menenangkan anaknya. Aku memasak mie di dalam kamar, sambil memilih mau memasak mie rasa apa. Aku rasa rasa soto sore ini enak juga.

Jumat, 14 Februari 2014

Yakin Sudah Main UNO?


Aku kenal UNO mungkin sekitar kelas 3 SMA. Diajari mbak ku yang diajari temennya. Menurutku UNO  adalah salah satu permainan kartu paling adiktif.
Sebelum kenal UNO aku sudah lebih dulu kenal permainan REMI GILA (REGIL). Permainan dengan kartu remi yang menurutku sangat mirip UNO. Kartu 2 dan 3 untuk draw card (+2), J untuk Wild Card, Q untuk skip card K untuk reverse card.
Jaman itu UNO masih mahal. Adanya di indomaret dan gramedia dengan harga sekitar 50 ribu -Mungkin diimpor dari Perancis-. Berbanding terbalik dengn kartu remi yang harganya hanya 5 ribu. Berdasarkan itu, aku berpikir bahwa permainan remi gila ini muncul dari orang-orang yg pingin main UNO, tapi nggak punya kartunya. *ngawur*

Baru-baru ini, aku beli UNO dengan harga hanya 10 ribu. Beberapa hari sebelum itu, aku sempat berdebat apa kartu dengan angka yang sama boleh dimainkan sekaligus. Iseng, aku baca aturan mainnya. Lalu  di kalimat pertama aku langsung menemukan perbedaan. Biasanya kita main dengan @ 4 kartu dibagikan. Sedangkan diaturannya tertulis main dengan @ 7 kartu. Setelah permainan selesai, karena penasaran, aku baca aturan permainannya secara lengkap. Disitulah aku sadar, selama ini banyak yang salah. Peraturan yang bener ini aku tularkan ke beberapa teman. Teman yang sudah biasa main UNO tetap merasa aneh. Memang sih aturan main itu tulisannya banyak, panjang, kecil-kecil, bahasa inggris pula, pasti lebih enak dijelasin aja hehe

Jadi, ini aku kutip sedikit aturan permainan UNO yang banyak berbeda.

Senin, 27 Januari 2014

Kontrakan Terk*t*k part 1

Pengalaman pertama tinggal tanpa orang tua
menyemai pengalaman manis dan pahit yang kaya
Berbuah butir-butir persahabatan yang ranum
Berbekas kenangan yang mengundang senyum
Tidak ingin kulupakan setiap detailnya
Kutuliskan untuk mempererat 'kita'

---------

Siapa 'kita'?
kita adalah sekolompok orang yg disatukan takdir, bernaung di basecamp jln rambutan no 10 patrang, dan secara ambisius menamakan diri seagai KEPO (kreatif, energik, pede,  oenik)
Siapa saja KEPO? Inilah KEPO dari kacamata ku