Sabtu, 06 Agustus 2016

Batik Hanbok [Talk! Talk! Korea 2016]

Hanbok having catch my eyes since Geum Jan Di (Jewel in The Palace) and Hwang Jin Yi (Tales of Gisaeng) era. In that drama hanbok is very colorful and elegant with the ethnic ornament attached. Sometimes sexy without revealing much skin. The wide chime give a princess like feel. I wanted to have hanbok so bad.

As korean culture 10 years ago wasn't very well known in my country, korean stuff was very hard to find. As time goes by, k-pop and k-drama's fan has become larger and become potensial market. Some online shop start to sell hanbok, but the price is so high for me. Besides, wearing hanbok is not common thing. People will see me as weird. So, even if I bought a hanbok , I didn't have confident to wear it.

Selasa, 12 April 2016

Pengalaman Spiritual 2 : Shalat Istikharah

Yeeay, akhirnya ada motivasi menulis blog lagi. Sebelum aku ceritakan pengalamanku ini, aku peringatkan dulu bahwa pengalamanku ini mungkin buat teman-teman nggak spiritual - spiritual banget . Yang jelas, pengalaman spiritualku ini tidak cukup spiritual untuk masuk sinetron realigi, tapi cukup spiritual untuk aku rasakan sendiri😁
Buat teman-teman yg penasaran (yg sayangnya pasti kalian nggak penasaran 😑) dimana tulisan pengalaman spiritual yg ke 1, bisa baca disini. Jaman aku masih menulis di notes facebook.
Okey,, selamat menikmati 😄


__________
Seberapa sering kita melibatkan Allah swt dalam pilihan yg kita buat? Salah satu sarana melibatkan Allah dalam pilihan kita adalah lewat shalat istikharah. Menurut berbagai sumber, shalat ini tidak hanya untuk memohon dipilihkan, tapi juga untuk menguatkan hati kita jika sudah memilih yg baik dan dihalang-halangi dari perkara pilihan yg tidak baik. Tapi mungkin kebanyakan kita lebih sering melibatkan pendapat orang terdekat, atau membuat rasional pertimbangan positif dan negatifnya. Ya, itulah juga yg selama ini aku lakukan.


Salah satu problem yg paling populer di istikharahkan adalah tentang jodoh atau lawan jenis. Baru-baru ini, aku disarankan shalat istikharah oleh salah satu sahabatku. Latar belakangnya adalah kegalauanku soal kemandekan hubungan ku dengan seorang lawan jenis setelah sekitar 5 bulan berkenalan.

Kami berkenalan via chat, dihubungkan mutual friend. Lalu pertama kali bertemu sekitar Desember 2015. Dilanjutkan pertemuan-pertemuan lain, makan, jalan-jalan, nonton seperti orang pdkt pada umunya. 5 bulan berjalan seperti itu. Dia tidak pernah memulai pembicaraan yg benar-benar serius. Haruskah aku mulai minta diseriusin?

Kamis, 28 Januari 2016

OCHA episode 2 : Baper

Hai nama gue Ocha, 20 tahun, mahasiswa semester akhir. Tahukah kalian yang paling dibutuhkan mahasiswa semester akhir selain dosen yang bisa diajak konsul? Yups, pacar.

Inilah masa dimana semua mahasiswa cewek pernah update status minta dinikahin. 'Nikahin adek aja bang, udah lelah ngurus skripsi'. Tapi gue, nggak pernah update status alay kayak gitu. Kenapa? Karena gue nggak punya pacar, hiks hiks.. Abang sapa yg mau gue panggil? Abang tukang bakso?

Jomblo atau single atau apapun sebutan yang kalian gunakan untuk memperhalusnya, buat gue sama aja. Keadaan dimana loe nggak punya pacar. Masa skripi inilah yang jadi masa tersulit bagi seorang mahasisa jomblo. Apalagi gue yang jomblo konginetal. Saat jomblo biasa minimal bisa gebet mantan. Gue cuma bisa gebet santan, meh !!

Selasa, 29 Desember 2015

OCHA episode 1: Jomblo Konginetal (Introduction)

Hai, nama gue Ocha. Gue mahasiswi di salah satu PTN di Jember. Ya, Jember Buat loe yang nggak tau Jember, Jember itu di Jawa Timur. Terus kenapa gue ngomong pake 'loe-gue'? Mungkin efek sering nonton Miko nya Malam Minggu Miko.

Sejujurnya gue kagum sama Miko. Meskipun puluhan malam minggunya gagal, dia punya banyak mantan sampai bisa bikin film Cinta dalam Kardus. Sedangkan gue, satupun mantan nggak punya. Pacar? Apalagi.. Yah gue jomblo. Kalau bisa dibilang, jomblo konginetal

Seperti kelainan kongenital yg dibawa sejak lahir, kejombloan gue juga gue bawa sejak lahir. Pasti loe mikir wajah gue jelek? Nggak, gue nggak jelek, menurut mama doang sih. Oke gue jujur, gue nggak cantik-cantik banget, Cuma adalah yang lebih jelek, hihihi, Tapi mereka punya pacar !!!

Minggu, 14 Juni 2015

Pencitraan Baru

Orang bijak berkata - Kamu adalah apa yang kamu pikirkan-

I'm a child, moslem, student, reader, wizard, fangirl, writer, traveller, mommin, midwife,

Ya, selamat, aku baru saja mencitrakan diri sebagai midwife/bidan.
Sebenarnya aku tidak ingin memasukkan bidan, ingginnya teacher (guru/dosen).
Tapi kenapa sekarang malah jadi bidan di rumah sakit??

Ceritanya panjang...
Setelah aku lulus D3 kebidanan, aku benar-benar tidak ingin jadi bidan (pelayanan kesehatan). Lanjutlah aku kuliah di D4 bidan pendidik. Banyak belajar tentng pendidikan semakin memantapkan niat untuk menjadi pendidik saja (dosen). Lulus D4 pada september 2014, aku berniat hanya akan mendaftar kerja di Institusi Pendidikan. Tapi tentu saja, fresh graduate seperti aku tidak akan melewatkan seleksi CPNS pelamar umum yang sejak tahun itu memakain sistem CAT dan dipanitiai pusat. Dengan begitu sangat meminimalisir praktek suap dan kecurangan lain.
Sesuai tujuan awal aku hanya akan mendaftar di institusi pendidikan. Aku pun mencoba daftar di formasi kementrian kesehatan dengan aloksi penempatn di Poltekkes Malang dan Poltekkes Yogyakarta. Tapi sayang sekali, NIK ku tidak bisa dipakai entah kenapa. Kuikuti prosedur pengaduan via email, tapi tidak mendapat balasan sampai penutupan pendaftaran. Ya sudahlah, aku tidak terlalu kecewa, karena sebenarnya saat itu ijazah D4 ku pun belum keluar. Hanya ada surat keterangan lulus, yang katanya tidak bisa dipakai untuk mendaftar seleksi CPNS.

Kamis, 26 Maret 2015

Living Our Dream

Mau kemana setelah lulus D3?
Aku dan momon belum mau kerja, masih ingin kuliah lagi, kita bermimpi S1 kebidanan Unair sejak semester 1.
Tapi aku daftar D4 UNS supaya nggak ada jeda nganggur 1 tahun. Momon nggak mau ikut aku daftar UNS. Dia kekeuh nganggur 1 tahun demi Unair.

Alhamdulillah, 1 tahun kemudian Momon diterima S1 unair, tempat yg sempat menjadi mimpiku, dan ia perjuangkan selama setahun. Aku diterima di UNS, sama sekali tidak menyesalinya karena banyak pengalaman dan teman-teman istimewa.

Mau kemana setelah lulus D4? Waktu itu aku dan Artha masih gamang. Ingin S2, ingin juga kerja.
Sepintas terucap, Artha bilang pingin kerja di luar jawa, di lombok waktu itu (kebetulan baru pulang dari gunung Rinjani). Dengan segala teori perantauan, kemandirian dan sejenisnya ingin merantau yg jauh sekalian.
Sedangkan aku, meski sudah dengar segala teorinya dan khatam 3 seri Negeri 5 Menara, ternyata nggak seberani itu. Ingin juga merantau, di luar jember saja, tapi masih di jawa timur, supaya gampang pulang begitu ingin pulang.


Senin, 09 Maret 2015

Catatan Perjalanan Pendaki Amatir : 3

Hai, Dalam rangka perpisahan dengan solo tercinta, si pendaki amatir kembali mendaki. Kriteria gunung yang menjadi tujuannya adalah 'tidak lebih sulit dari merbabu'. Suatu hari datanglah ajakan simpang siur dari seorang teman. Berangkatlah mereka berempat tanggal 9 Oktober 2014 ke gunung Prau. Gunung dengan ketinggian hanya 2565 mdpl, terkenal dengan golden sunrise nya, dan di lingkungan wisata dataran tinggi dieng.

Mereka tiba di Patak Banteng sekitar jam 15.00. Mereka agak tidak percaya melihat pos pendakian yang ada tepat di pinggir jalan utama. Ini pos pendakian apa kantor kelurahan. Lebih tidak percaya lagi mengetahui bahwa gunung yang akan mereka daki ada di seberang jalan. Itu gunung apa ladang sayur. Mereka memutuskan istirahat dulu dan berangkat setelah magrib, membawa tambahan bekal nasi bungkus dan air mineral.

Berangkat sekitar jam 19.00, mereka melewati rumah-rumah penduduk dan hampir saja nyasar karena terlalu banyak gang. Ikuti petunjuk arahnya! Dibalik rumah penduduk itulah jalan menuju pos  1. Jalan paving dan batu yang lebar. Katanya pos 1 bisa dicapai dengan naik sepeda motor. Kalau siang hari, ada penjual cilok yang menunggu para pendaki turun. Pas sekali menyambut orang-orang yang sedang kelaparan, hehehe.

Rabu, 04 Maret 2015

Lihat Lebih Dekat : 2

Hatiku sedih, hatiku gundah, tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya, hatiku curiga, mungkinkah ku temui kebahagiaan seperti disini
Sahabat yang slalu ada, dalam suka dan duka (2x)

Pergilah sedih, pergilah resah, jauhkanlah aku dari salah prasangka
Pergilah gundah , jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat, dan ku bisa menilai lebih bijaksana..

Sherina - Lihat lebih dekat, yang mengiringi perjalanan pertamaku ke Solo. Yang menginspirasi penulisan Lihat lebih dekat pertama kali.

Sebentar lagi perjalanan kedua ku dimulai, masih tetap lagu yang sama, kali ini aku akan ke Malang. Secara jarak, Malang memang dekat, tapi kali ini lebih dari sekedar pindah kota.

Selain perpindahan kota, aku juga akan mengalami perpindahan dunia sekolah ke dunia kerja, dunia orang dewasa yang berusaha ku tunda dengan kuliah D4 dan S2. Dasar aku orangnya gampang galau, banyak sekali yang aku galau kan dari perpindahan ini. Bagaimana beban kerjanya? Apakah aku masih bisa mempertahankan idealisme ku? Atau hanya akan terbawa arus? Bagaimana lingkungan pergaulannya? Kepada siapa aku curhat? Apakah aku bisa mengahadapi semua masalah seperti orang dewasa? Dan menyadari bahwa yang bisa menyelesaikan masalahmu adalah dirimu sendiri?