Sabtu, 01 Maret 2014

Belajar 'ber' Politik 2 - Daftar Dapil Saya



Menyambung dari tulisanku belajar berpolitik 1, sekarang saatnya belajar berpolitik 2. Saya akan turun tangan seperti kata Anies Baswedan di atas.

Saya yakin banyak yg belum tahu siapa saja caleg di dapilnya. Mau cari dimana? Nggak jelas juga. Bahkan banyak yang baru tahu daftar nama caleg dan memutuskan siapa yg mau dipilih saat sudah ada di dalam bilik pemilihan. Yah, karena pemilu pertama saya juga seperti itu. Pemilu kali ini, saya ingin sedikit lebih peduli pada Indonesia. Untuk memudahkan saya dan teman-teman yang juga ingin sedikit lebih peduli, saya kumpulkan disini infonya

Yakin sudah terdaftar? pastikan kita sudah terdaftar sebagai calon pemilih tetap. Bisa cek disini. Jika belum, segera hubungi RT dan RW setempat.

Tanggal 9 april nanti kita akan memilih 3 anggota legislatif, DPR pusat,DPRD provinsi dan DPRD kabupaten kota. Kalau mau tahu siapa saja calegnya, kita harus tahu dulu dapil (daerah pemilihan) berapakah kita. Saya tinggal di propinsi Jawa Timur, Kabupaten Jember. Secara nasional dan propinsi saya masuk dapil jawa timur 4 yaitu kab Jember dan Lumajang. Secara kabupaten saya masuk dapil jember 4 yaitu rambipuji, balung, wuluhan, ambulu, jenggawah.
Cek dapil nasional disini 
Cek dapil propinsi dan kabupaten/kota Jawa Timur disini 
Untuk teman-teman dari provinsi lain, bisa melihat di website kpu masing-masing provinsi.Tinggal search di google dengan kata kunci kpu dan nama provinsi.
Contoh, Jawa tengah : https://www.kpu-jatengprov.go.id


Minggu, 16 Februari 2014

Stupid Move

Sore ini aku berniat keluar. Sudah membuka gerbang lalu hujan mulai turun. Kuputuskan tidak jadi keluar dan kembali ke kamar. Beberapa saat kemudian terdengar suara kambing merengek. Ya suara embeek.. Tapi melengking seperti anak kecil. Aku intip dari kaca jendela kamar, ternyata 2 anak kambing terpisah dari induknya. Mereka ada di dalam gerbang kos ku. Ibunya ada diluar gerbang. 2 anak kambing kebingungan, ibu kambingpun  kebingungan, aku ikut bingung.
Hujan semakin deras, 2 anak kambing berteduh di teras, sambil terus mengembik melengking. Aku rasa mereka menangis. Ibu kambing masih mondar-mandir di depan gerbang, sambil mengembik menyahuti embikan anak kambing. Aku rasa dia menenangkan anaknya. Aku memasak mie di dalam kamar, sambil memilih mau memasak mie rasa apa. Aku rasa rasa soto sore ini enak juga.

Jumat, 14 Februari 2014

Yakin Sudah Main UNO?


Aku kenal UNO mungkin sekitar kelas 3 SMA. Diajari mbak ku yang diajari temennya. Menurutku UNO  adalah salah satu permainan kartu paling adiktif.
Sebelum kenal UNO aku sudah lebih dulu kenal permainan REMI GILA (REGIL). Permainan dengan kartu remi yang menurutku sangat mirip UNO. Kartu 2 dan 3 untuk draw card (+2), J untuk Wild Card, Q untuk skip card K untuk reverse card.
Jaman itu UNO masih mahal. Adanya di indomaret dan gramedia dengan harga sekitar 50 ribu -Mungkin diimpor dari Perancis-. Berbanding terbalik dengn kartu remi yang harganya hanya 5 ribu. Berdasarkan itu, aku berpikir bahwa permainan remi gila ini muncul dari orang-orang yg pingin main UNO, tapi nggak punya kartunya. *ngawur*

Baru-baru ini, aku beli UNO dengan harga hanya 10 ribu. Beberapa hari sebelum itu, aku sempat berdebat apa kartu dengan angka yang sama boleh dimainkan sekaligus. Iseng, aku baca aturan mainnya. Lalu  di kalimat pertama aku langsung menemukan perbedaan. Biasanya kita main dengan @ 4 kartu dibagikan. Sedangkan diaturannya tertulis main dengan @ 7 kartu. Setelah permainan selesai, karena penasaran, aku baca aturan permainannya secara lengkap. Disitulah aku sadar, selama ini banyak yang salah. Peraturan yang bener ini aku tularkan ke beberapa teman. Teman yang sudah biasa main UNO tetap merasa aneh. Memang sih aturan main itu tulisannya banyak, panjang, kecil-kecil, bahasa inggris pula, pasti lebih enak dijelasin aja hehe

Jadi, ini aku kutip sedikit aturan permainan UNO yang banyak berbeda.

Jumat, 31 Januari 2014

Sepotong Cinta Monyet

Sekar masuk kelas dengan agak lunglai. Matanya sedikit sembab. Aku sudah tahu sedikit ini masalah apa. Dia akhirnya putus dengan pacarnya. Padahal ini rekor bagi Sekar dalam menjalin hubungan. Yah, 1 tahun itu yang terlama. Aku sungguh menyayangkan, meskipun aku tahu ini pasti terjadi sejak awal mereka pacaran. Bukannya aku mendoakan yang tidak baik, tapi waktu itu kita masih kelas 2 SMP. Apa yang harusnya aku bayangkan akan terjadi di ujung percintaan anak SMP? Menikah? Masih terlalu jauh. Kecuali aku di lingkungan desa yang menikahkan anaknya setamat SD.

"Hei, Sekar, puk..puk.. Senyum dikit dong.. Ini kan pelajaran olahraga. Ngelihatin Pak Putra yang keren aja yuk", aku berusaha sedikit menghibur dengan tidak bermutu. Sekar tersenyum, hambar. Aku bisa merasakan aura abu-abu bergaris yang dipancarkan Sekar, dan rasanya aku bisa tersedot.

Senin, 27 Januari 2014

Kontrakan Terk*t*k part 1

Pengalaman pertama tinggal tanpa orang tua
menyemai pengalaman manis dan pahit yang kaya
Berbuah butir-butir persahabatan yang ranum
Berbekas kenangan yang mengundang senyum
Tidak ingin kulupakan setiap detailnya
Kutuliskan untuk mempererat 'kita'

---------

Siapa 'kita'?
kita adalah sekolompok orang yg disatukan takdir, bernaung di basecamp jln rambutan no 10 patrang, dan secara ambisius menamakan diri seagai KEPO (kreatif, energik, pede,  oenik)
Siapa saja KEPO? Inilah KEPO dari kacamata ku

Selasa, 21 Januari 2014

Harry Potter Quizzz

Salah satu grup penyihir HPFI (Harry Potter Freak Indonesia) akun twitter @HPFIndonesia sedang ulang tahun. Mereka lagi bagi-bagi hadiah lewat beberapa kuis. Seingtku beberapa tahun lalu aku pernah dapat hadiah dari grup ini. Sebuah mug berlogo ThreeBroomstick. Minum susu jadi berasa butterbear :p
Coba peruntungan di tahun ini, aku ikut 3 lomba. Crossword alias teka-teki silang. Wordsearch alias nyari-nyari kata. Terakhir Fanfiction. 2 lomba pertama sudah aku ikutin dengan kemungkinan menang kecil karena yg pertama kecepetan dan yang kedua telat. Dari pada nggak berguna, aku bagi disini saja. Siapa tahu ada Potter Freak yang pingin menjajal pengetahuan dan kejeliannya
Selamat Bermain ! :D

Senin, 20 Januari 2014

Macak Traveller

WARNING : Jalan-jalan menyebabkan ketagihan

Belakangan ini, semakin banyak orang yang mengaku traveller (termasuk aku), nulis tentang traveling di blog (aku juga) bahkan menerbitkan buku-buku traveling (bukan aku). Ya bagus sih, semakin banyak orang Indonesia yang suka jalan-jalan. Karena kalau Indonesia yg seluas, sebagus dan seaneh ini dibiarkan saja, eman banget..

Menjadi / mengaku traveller sekarang jadi semacam tren. Seperti tren jadi pendaki sejak 5 cm dan tren hijabers sejak munculnya hijab modis. Kalau tren traveller sejak kapan? Menekethehehehehe...

Kalau aku pribadi, sejak baca buku. The Naked Traveller adalah buku pertama yg membuat ku pingin banget jalan-jalan. Mengenalkan gagasan melakukan backpacking, menabung keberanian, menghadapi  ketidakpastian, menertawakan ketidaknyamanan, melipatgandakan keindahan, dan memaknai perjalanan. Tapi semua masih berbentuk gagasan. Penyebabnya adalah rekan. Aku belum ketemu pengikut Trinity yang lain. Seberani-beraninya aku gara-gara Trinity, masih lah takut kalau seorang diri. Apalagi dulu aku nggak berpengalaman, minimal ada 1 teman sealiran. Lalu aku temukan rekan itu di Solo. Sebenernya dari Jember juga sih, dia adalah Artha. Thanks to Artha yang sudah jadi semacam korek yang menyulut bom gagasan yg menumpuk. Artha memang bukan pembaca Naked Traveller, dan juga nggak sekaliber Trinity, tapi virus travelling sudah menginfeksinya dan aku jelas ketularan. Meski begitu dia nggak pernah ngaku-ngaku traveller.
Kalau dulu aku cuma baca pengalamannya orang lain, (Trinity ), sekarang aku punya pengalaman sendiri, belajar dari pengalaman sendiri , bercerita dan menulis. Pengalaman adalah guru terbaik, bener banget !!

----------

Titik start menyukai jalan-jalan pasti berbeda tiap orang. Mulai dari yg dalem sampai yang dangkal. Ada yg ingin mencari jati diri, mendekatkan diri dengan Pencipta, melipur lara, menjelajah dunia, mencari tantangan, mengisi waktu luang, seneng - seneng aja, ikut-ikutan, biar bisa pamer dll. Tapi siapa sih yang nggak suka jalan-jalan? Kalau ditanya semua juga mau, apalagi dibayarin. Lantas kenapa nggak semua orang jadi traveller? Di situ lah menurutku bedanya traveller dan bukan. Pengorbananannya untuk travelling.

Minggu, 19 Januari 2014

Repost : Berbaik Sangka Pada Angkot

Sudah lama nggak update blog di bulan ini. Berhubung kreativitas lagi mandeg, aku repost dulu sebuah note dari facebook, buat kejar setoran 4 tulisan sebulan..


November 23, 2012
Sekitar pertengahan november 2012, aku dan teman-teman seangkatan sampai di Surabaya untuk praktek di RS Soetomo selama 1 bulan. Dari cerita kakak kelas kita, praktek di Surabaya itu selain enak prakteknya juga enak jalan-jalanya. Maklumlah, kita dari kota kecil Jember. Nggak ada tempat hiburan rakyat, mall, waktu itu juga nggak ada bioskop. Maka kita putuskan jalan-jalan keliling Surabaya. Ada jeda 2 hari dari jarak kedatangan kita sampai mulai praktek. Lalu kita bingung mau jalan kemana dan bagaimana 

Biasanya di Jember kemana-mana naik motor, meskipun cuma ke indomaret. Berhubung disini nggak ada yang bawa motor, maka aku pastikan kita jalan-jalan naik kaki, angkot (lin) dan taxi kalau nggak ada jalurnya lin.

Lalau, beberapa statement yg meragukan kredibilitas lin, muncul : 

'bahaya awas copet, atau gendam'
'kalau disasarkan sama sopirnya gimana
'nggak tau naik lin apa

statement melawan taxi : 
'taxinya nggak pake argo
'kalau nggak tahu jalan di mbulet-mbuletkan jalannya supaya bayarnya mahal '