Rabu, 25 Februari 2015

Series Favorit No 3 : Hunger Games

a very recommended book, no spoiler

Film Hunger Games : Mockingjay Part 1, telah meyakinkan aku untuk menaikkan level Hunger Games dari urutan ke 4 series favoritku menjadi urutan ke-3, menggeser Seri Negeri 5 menara. Posisi pertama dan kedua tetap ditempati Harry Potter dan Laskar Pelangi.

Harry Potter dan Laskar pelangi telah membuktikan diri sebagai series yang adiktif, mengaduk emosi, unik, inspiratif dan lain sebagainya yang bagus-bagus. Filmnya pun dibuat dengan sama bagusnya. Aku masih ingat keluar dari bioskop, diliatin orang - orang di Sutos, terus naik becak dengan mata merah dan sembab setelah nonton laskar pelangi *malu-maluin*. Sayangnya, Edensor dan Maryamah Karpov belum membuktikan dirinya, sehingga Laskar pelangi masih belum bisa naik tingkat ke urutan pertama :)

Negeri 5 menara, sayangnya harus tergeser setelah rilis filmnya yang cukup mengecewakan. Kekecewaan itu sudah aku bahas disini. Bersaing dengan negeri 5 menara, inilah Hunger Games. Novel dengan latar belakang post apocalypse pertama yang aku baca. Dengan games aneh yg menyeramkan, intrik politik dan kebohongan, sentuhaan filosofi perang dan perdamaian, protagonis yang menyedihkan, membingugkan dan penuh perjuangan plus seporsi drama yang menyegarkan. Hmmm nikmat,, nikmat :)

Kamis, 29 Januari 2015

BIRTHDAY RUN

Tahu kan tentang arisan? Menurutku alasan suatu komunitas mengadakan arisan, selain soal uang, adalah untuk mengikat anggotanya. Ya , begitu satu orang menang, semua orang harus menang. Dan mau tidak mau semua orang, yang sudah menang dan yang belum menang,  harus kumpul lagi. Karena itu ada arisan keluarga, PKK, institusi, kelas dll

Kamis, 08 Januari 2015

HOME SWEET HOME : Kesetaraan Gender


Nilai yang diturunkan dalam keluarga, menjadi dasar cara berpikir. Dalam mendidik anak dan menjalankan sistem rumah tangga setiap keluarga memiliki ciri khas masing-masing, ada positif dan negatifnya. Salah satu nilai positif yang bisa diambil dari cara papa dan mama menjalankan rumah tangga adalah tentang emansipasi dan kesetaraan gender.

Kesetaraan gender menurut saya bukan soal kerja, mencari nafkah apalagi bertukar peran. Kesetaraan gender lebih tentang mimpi dan aktualisasi diri. Bukankah setiap orang, laki-laki dan perempuan berhak bermimpi dan memenuhi kebutuhan tertingginya yaitu aktualisasi diri? Apa wanita boleh juga menggantungkan cita-cita setinggi langit, dan mencapainya, tanpa dibatasi ‘kamu kan perempuan’. Kebetulan saja mimpi itu banyak yang profesi atau pekerjaan. Selama ini saya berpikir kesetaraan gender yang ada di rumah saya normal dan biasa saja, sampai saya menyadari, melihat kenyataan bahwa banyak laki-laki dan juga perempuan tidak berpikir dan berkomitmen seperti papa dan mama saya.

Rabu, 03 Desember 2014

Saat Tabungan Jadi Nggak Relevan

Menabung pangkal kaya.. Itulah slogan bank saat itu, atau slogan dari ibuku supaya aku rajin menabung. Dan benar saja, terdoktrin, aku termasuk rajin menabung buta.  Kok bisa menabung buta? Kenyataanya meski aku sudah baca berbagai seri bukunya Robert T Kiyosaki yang bicara banyak tentang investasi, aku baru punya rekening  bank 2 tahun lalu. Itupun rekening abal-abal yang disebut rekening 'Tabunganku' . Kegiatan menabung buta itu kulakukan di dua media Celengan Bebek dan Ibu ku.

Setiap dapat uang lebaran, dan uang yang jumlahnya besar, selalu aku titipkan ke ibu ku. Tabungan ke wali kelas SD yang diambil tiap semesterpun akhirnya aku setor juga ke ibu. Katanya sih ditabung. Ini tabungan berbuntut tabungan lagi. Awalnya sih masih terhitung. Tapi lama-lama lupa. Nggak ada buku tabungannya pula. Sampai pada akhirnya, ibuku pun bilang uangnya sudah dipakai beli meja belajar, beli sepatu, beli seragam dan aneka keperluan sekolah lainnya. Padahal kan aku nggak minta. Keperluan sekolah sih nggak usah pakai uangku sendiri toh juga pasti dibelikan. Hiks..

Beranjak remaja, aku nggak pernah 'nabung' ke ibu lagi. Dihabiskan sendiri rasanya lebih berkesan 'ini yang aku beli sendiri'. Yang aku beli jelas bukan barang keperluan sekolah. Meski begitu barang keperluan sekolahku nyatanya juga tetap terpenuhi hehehe.
Itulah yang kusebut tabungan buta, tabungan tanpa buku tabungan, dan keluarnya nggak perlu tanda tangan atau password.

Jumat, 13 Juni 2014

Turun Tangan Memilih


Debat capres pertama kemarin, memancing banyak pertanyaan dari teman-teman kepada saya. 'Kenapa pilih Jokowi?' Sambil menjelaskan dan sedikit debat dengan teman-teman, saya pun mulai paham runtutannya kenapa saya berakhir dengan memilih Jokowi. Benar saja apa kata Anies baswedan, lawan debat adalah teman berpikir. Maka, disini  saya ingin berbagi pemikiran dengan teman-teman yang benar-benar ingin tahu kenapa Jokowi.

Saya 1/4 solo (Testimoni Penikmat Bukti)

Belum 1 tahun di Solo, saya sudah cinta kota ini. Dan kecintaan kota Solo pada Jokowi, jelas terlihat.  Cukup hal-hal kecil, kalau kita rasakan langsung, menurut saya bisa berbicara banyak. Pertama kali tiba di Solo setahun lalu saya naik ojek ke kos yang letaknya di dekat Technopark. Kelihatan sekali saya orang luar yang baru pindahan ke Solo. Dengan bangganya tukang ojek itu bilang, "o.. Technopark, tempatnya Jokowi". Saya yang waktu itu belum terlalu kenal dengan Jokowi nggak paham. Lalu dia sedikit menjelaskan bahwa Technopark ini yang membangun Jokowi, saat itu Jokowi sudah meninggalkan Solo, tapi masih jelas nada bangga dalam penjelasan Pak Ojek.

Fenomena sederhana lain adalah, dijualnya kaos Jokowi berdampingan dengan kaos khas solo lainnya sebagai oleh-oleh di pasar klewer. Menurut saya ini sudah seperti kita jalan-jalan ke Kuba terus beli kaos Che Guevara. Kaos politisi yang dijual, jelas beda maknanya dengan yang dibagi gratis lho ya. Selain mantan Presiden kita pak Karno dan Pak Harto, saya belum pernah lihat jualan kaos politisi, apalagi Jokowi cuma Gubernur/Walikota. Nggk mungkin dijul kalau tidak ada yang beli. Seperti ini kalau bukan cinta dari rakyat apa namanya, dan sudah sangat jarang sekarang masyarakat mencintai pemimpinnya. Ini langka..

Kamis, 10 April 2014

HIPOKALEMI - Asuhan Neonatus

HIPOKALEMI
Disusun dalam rangka memenuhi tugas KD II Mata Kuliah Asuhan Neonatus


Disusun Oleh :
ROSANIING HARUM MEDIANSARI
R1113071


PROGRAM STUDI DIV BIDAN PENDIDIK
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2014


1.      Konsep Dasar Penyakit
A.    Pengertian Hipokalemi
Hipokalemia terjadi ketika konsentrasi kalium serum kurang dari 3,5 mEq / L, dan dapat mengancam jiwa jika konsentrasi serum kalium turun di bawah 2,5 mEq / L

Senin, 07 April 2014

Belajar Berpolitik 3 - Bagikan Pilihanmu (Dapil Jatim IV)


Pemilu legislatif sudah duekat. Kampanye terbuka juga sudah berakhir. Tapi belum terlambat, saya akan berbagi pilihan saya. Sebagai pertimbangan buat teman-teman sedapil. Dari pada nggak tahu milih siapa, sedikit lebih baik ngikut yang benar-benar memilih, tapi yang terbaik tentu benar-benar memilih sendiri.

Dari sekian buanyak caleg, pasti pusing mau mencari riwayat mereka satu-satu. Untungnya ada aplikasi buatan para relawan turun tangan yang bernama orang baik. Bisa dicari di google playstore atau di orangbaik.org Lewat aplikasi ini, kita bisa melihat nilai dan info dasar tentang masing-masing caleg. Nilai diambil dari : Tingkat pendidikan, tingkat universitas, pengalaman pekerjaan, pengalaman organisasi, umur, wawasan akan lingkungan
Cukup valid dan mewakili kualitas, menurut saya...

Jadi, supaya saya nggak terlalu bingung, saya pilih 10 nilai teratas untuk jadi caleg yang layak dipertimbangkan. Selanjutnya 10 caleg itu akan dieliminasi dan dinilai kembali berdasarkan krteria buatan saya.

  1. Eliminasi
Anti caleg pohon. Saya sudah sempat survei dari teman-teman di Jember, tentang nama caleg yang menempel  promosinya di pohon. Selain melanggar aturan, juga tidak cinta pohon, lingkungan dan sesama makhluk hidup. Daftar ini mungkin tidak lengkap karena keterbatsan saksi mata. Tidak ada unsur kesengajaan melindungi salah satu caleg
Anti korupsi. Tidak bermaksud black campaign, tapi jika saja tersangkut kasus korupsi, langsung saja di eliminasi. Masih banyak yang sama sekali bersih kasus korupsi. Infonya saya dapat dari google dengan kata kunci nama caleg #and# korupsi

  1. Penilaian tambahan
Asal caleg menurut saya sangat berpengruh. Penduduk asli pasti lebih paham masalah yg ada, atau kebutuhan sebenarnya daerah yg dia wakili. Jadi saya beri nilai plus untuk caleg asli dapil IV, apalagi kalau asli jember. Nilai (+2) untuk kota lahir/tempat tinggal, (+1) untuk kota tempat sekolah.
Bidang yang selama ini digeluti caleg tersebut menurut saya penting diperhitungkan. Karena, legislatif adalah wakil rakyat. Yang mewakili saya, saya mau yang sebidang, jadi lebih ngerti kebutuhan bidangnya lalu bisa menyuarakannya. Nilai (+2) untuk bidang kesehatan, (+1) untuk bidang pendidikan
Penilaian tambahan yang terakhir adalah no urut di partai. Orang yang ditaruh di no 1, biasanya dijagokan oleh partai, intinya sudah populer. Suara dari pemilih yang hanya memilih partainya saj, nanti akan jatuh pada mereka di urutan awal. Jadi saya akan lebih memberi nilai mereka yang diurutan belakang, karena kasihan, belum populer. Orang baik di urutan awal sudah banyak yang dukung. Orang baik di urutan belakang, butuh lebih banyak dukungan. Nilai (+0) untuk no urut 1, (+1) untuk no urut 2-3, (+2) untuk no urut >3

Sabtu, 01 Maret 2014

Belajar 'ber' Politik 2 - Daftar Dapil Saya



Menyambung dari tulisanku belajar berpolitik 1, sekarang saatnya belajar berpolitik 2. Saya akan turun tangan seperti kata Anies Baswedan di atas.

Saya yakin banyak yg belum tahu siapa saja caleg di dapilnya. Mau cari dimana? Nggak jelas juga. Bahkan banyak yang baru tahu daftar nama caleg dan memutuskan siapa yg mau dipilih saat sudah ada di dalam bilik pemilihan. Yah, karena pemilu pertama saya juga seperti itu. Pemilu kali ini, saya ingin sedikit lebih peduli pada Indonesia. Untuk memudahkan saya dan teman-teman yang juga ingin sedikit lebih peduli, saya kumpulkan disini infonya

Yakin sudah terdaftar? pastikan kita sudah terdaftar sebagai calon pemilih tetap. Bisa cek disini. Jika belum, segera hubungi RT dan RW setempat.

Tanggal 9 april nanti kita akan memilih 3 anggota legislatif, DPR pusat,DPRD provinsi dan DPRD kabupaten kota. Kalau mau tahu siapa saja calegnya, kita harus tahu dulu dapil (daerah pemilihan) berapakah kita. Saya tinggal di propinsi Jawa Timur, Kabupaten Jember. Secara nasional dan propinsi saya masuk dapil jawa timur 4 yaitu kab Jember dan Lumajang. Secara kabupaten saya masuk dapil jember 4 yaitu rambipuji, balung, wuluhan, ambulu, jenggawah.
Cek dapil nasional disini 
Cek dapil propinsi dan kabupaten/kota Jawa Timur disini 
Untuk teman-teman dari provinsi lain, bisa melihat di website kpu masing-masing provinsi.Tinggal search di google dengan kata kunci kpu dan nama provinsi.
Contoh, Jawa tengah : https://www.kpu-jatengprov.go.id